Rabu, 03 Februari 2010

Cerita lucu dari Gus Dur

Pada jaman Nabi Sulaiman (jaman hewan bisa ngomong ma manusia), ada seorang pendeta yang berburu singa di hutan dengan senapan. Singanya lincah bukan main sehingga sampai habis peluru senapan pendetapun singanya tidak tertangkap. Keadaan berbalik, singanya yang mengejar pendetanya (kebetulan singanya lagi laper). Pendetanya lari dari kejaran singa sampai di tepi jurang. Menyadari dirinya sudah diambang kematian (mau loncat ke jurang mati mau tetep disitu bakalan dimakan ama singanya), si pendeta mengangakat tangannya dan berdoa..

Pendeta : “Ya Tuhan, aku sudah diambang kematianku, aku masih ingin hidup lebih lama lagi, aku ingin kau turunkan mukjizat-Mu, selamatkanlah aku..”

Melihat pendeta yang mengangkat tangan dan berdoa, singa jadi bengong, kemudian dia juga mengangkat tangan dan mengucapkan sesuatu dengan bahasa singa. Melihat kejadian itu, si pendeta merasa lega karena doanya dikabulkan. Dia bertanya kepada singa..

Pendeta : “Hai Singa, kenapa kamu mengangkat tangan dan mengucapkan sesuatu?”

Singa : “Aku melihatmu mengangkat tangan dan berdoa, maka akupun mengangkat tangan dan berdoa.”

Pendeta : “Terima kasih Tuhan.. Aku bukan hanya kau selamatkan, tapi juga telah membuat singa ini bertaubat kepadamu (katanya dalam hati). Doa apa yang kau panjatkan hai Singa?”

Singa : “Doa sebelum makan!!”

Moga-moga agan terhibur..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar